MENGHADIRKAN KANTOR RAMAH LINGKUNGAN

Menjadikan kantor ramah lingkungan sebetulnya tidak terlalu sulit. Juga tidak butuh modal besar. Manajemen dan karyawan cukup menjalankan rumus 4R: reduace ( kurangi pemakaian barang yang produksinya memakan sumber daya alam), reuse (pakai kembali barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan), recycle (daur ulang smpah), serta refuse (tolak produk yang proses produksi dan sisa pakainya merusak lingkungan).
Berikut langkah-langkah menjadikan kantor lebih ramah lingkungan:
Komputer
Agar tidak boros listrik, aturlah komputer pada mode hemat energi. Paling tidak, matikan monitor saat meninggalkan komputer untuk waktu yang lama dan selalu matikan komputer saat pulang kerja atau keluar kantor. Printer dan scaner sebaiknya hanya dinyalakan saat diperlukan.
Lampu
Gantilah lampu pijar dengan lampu neon yang lebih hemat energi dan pusatkan pada area yang memang perlu penerangan. Kurangi pemakaian lampu dan menggantinya dengan cahaya alami yang masuk lewat jendela. Matikanlah lampu di ruangruang yang sedang tidak dipakai seperti diruang rapat, toilet, dan gudang.
Peralatan elektronik
Tampunglah air buangan dari mesin penyejuk udara utuk menyiram tanaman atau mencuci. Peralatan elektronik dalam status standby dan charger telepon yang tercolok tetap menghisap listrik meski tidak digunakan. Pakailah termos air panas sebagai pengganti dispenser atau hanya menyalakan dispenser saat membutuhkan air panas sehingga lebih hemat listrik.
Kertas dan alat tulis kantor
Sebisa mungkin dokumen dan memo internal dibuat dalam bentuk digital dan diedarkan lewat jaringan intranet. Hematlah kertas dengan menggunakan kedua sisi kertas untuk mencetak dokumen. Pakailah piranti lunak, misalnya greenprint untuk meminimalisasi ruang kosong saat mecetak dokumen. Belilah kertas daur ulang yang diproses dengan cairan pemutih chlorine yang sedikit.
Belilah alat tulis seperti spidol atau tinta printer yang bisa diisi ulang untuk mengurangi jumlah sampah. Kemasan isi ulang biasanya lebih murah ketimbang membeli yang baru.
Emisi gas buang
Pencemaran lingkungan tidak hanya terjadi saat karyawan berada dikantor tapi juga ketikaberangkat dan pulang kantor. Emisi karbon bisa dikurangi dengan berangkat dan pulang bersama-sama memakai kendaraan rekan kerja, memakai kendaraan umum, atau bersepeda. Kurangi pergi ketempat makan siang dengan kendaraan pribadi.
Manfaatkan jaringan internet untuk membuat kantor virtual atau bekerja dari rumah. Beberapa organisasi pencinta lingkungan bahka menyarankan penambahan jam kerja hingga 10 jam per hari tapi karyawan hanya bekerja empat hari dalam sepekan. Selain mengurangi emisi gas buang dan menghemat uang karyawan, kantor bisa memangkas komponen biaya listrik dan air.
Jam makan siang
Bawalah makan siang dari rumah dengan rantang atau kotak makanan. Selain lebih sehat cara ini juga bisa mengurangi jumlah sampah. Karyawan dianjurkan memiliki gelas pribadi dan kantor sebaiknya memiliki peralatan makan agar tidak memakai peralatan sekali pakai ketika ada perayaan atau kedatangan tamu. Kurangi juga memesan makanan pesan antar yang kemasannya menghasilkan banyak sampah.
Jika memakai ketring, upayakan makanan diantarkan dalam wadah yang bisa dipakai kembali bukan kotak karton atau Styrofoam yang sekali pakai. Sebisa mungkin jangan menyantap makanan dengan sendok dan garpu sekali pakai.

Sampah
Siapkan tempat smpah yang memilah smpah organik dan anorganik. Kantor yang menghasilkan banyak sampah organik sebaiknya menyiapkan instalasi pembuatan kompos. Pengolahan sampah anorganik bisa bekerja sama dengan pengepul sampah atau usaha kerajinan yanh bahan bakunya berasal dari sampah kantor.

Nyaman Bekerja di Rumah

Taukah anda ??

kerja-santai-150x1341 Bagi sebagian orang, jam kerja di kantor serasa tidak cukup untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan setiap harinya. Tidak heran banyak orang membawa dan menyelesaikan pekerjaannya dirumah. Dengan bekerja dirumah, pekerjaan bisa diselesaikan dan keluarga tetap bisa bersama Anda.

Memiliki ruang kerja sendiri dirumah memang ideal. Tetapi lahan atau tempat yang terbatas kerap sekali mnjadi kendala. Hal ini bisa disiasati dengan memaksimalkan ruangan dan perabot yang ada, sehingga ruang kerja yang mungil dan cantik ada di hadapan Anda.

Sebelum membangun ruang kerja, tentukan dulu makna sebuah ruang kerja bagi Anda, karena ruang kerja harus memenuhi kebutuhan pemilik rumah. Setiap pemilik rumah tentunya memiliki kegiatan yang berbeda. Ada yang hanya membutuhkan laptop untuk bekerja, dan ada juga membutuhkan lebih banyak peralatan,seperti mesin fax, lemari yang besar dan lain-lain.

Apabila hanya tersisa satuy ruangan sempit dirumah, sebaiknya Anda tidak memaksakan untuk menjadikan ruangan tersebut menjadi ruangan kerja. Dalam bekerja, Anda menggunakan pikiran dan mood sekaligus. Ruangan yang sempit hanya akan membuat Anda merasa sesak sehingga anda sulit untuk berkonsentrasi.

Unsur penerangan pun harus dipertimbangkan. Letakan meja di dekat jendela, agar pada siang hari tidak butuh lampu untuk penerngan karena bisa memanfaatkan sinar matahari.

Selalu siapkan lampu meja atau standing lamp di meja kerja Anda untuk membantu bekerja di malam hari. Penerangan yang tidak cukup akam menyebabkan mata cepat lelah dan kerusakan dalam jangka waktu lama.

Warna sangat mempengaruhi mood kerja jadi harus membuat nyaman pemakainya. Selera dan arna favorit bisa diterapkan untuk menambah semangat kerja Anda.

Hindari memakai cat terlalu terang karena terasa panas. Pakailah warna abu-abu, natural, krem, putih yang bisa membantu merefleksikan sinar matahari agar ruangan lebih terang.

Apabila ternyata di dalam rumah Anda tidak ada ruangan yang bisa digunakan untuk bekerja, berkreatiflah dengan menggunakan ruangan yang ada untuk bekerja, seperti ruang keluarga atau kamar tidur. Bila anda membutuhkan konsentrasi dalam melakukan pekerjaan anda, Anda bisa menyelesaikannya di ruang keluarga setelah buah hati anda tertidur.

Demikian. Semoga ada manfaatnya….

wasalam………..

Pilih Pagar Rumah Sesuai Tipe Rumah

Pilih Pagar Rumah Sesuai Tipe Rumah

pintu_pagar2 Salah satu alasan orang membangun pagar rumah adalah demi faktor keamanan. Ada anggapan, semakin tinggi dan kokoh pagar dari sebuah rumah, maka semakin amanlah rumah tersebut. Namun, dampak negatifnya adalah rumah akan terlihat “sombong” dan angker. Apalagi jika rumah tersebut ditumbuhi berbagai macam tanaman yang tak terurus. Untuk menyikapinya, simaklah kiat-kiat berikut ini.

Ketika akan memasang pgar rumah, Anda harus jeli dalam memutuskan jenis pagar apa yang akan Anda pasang. Jika pagar tidak sesuai dengan kondisi rumah, maka hal ini dapat merusak penampilan rumah secara keseluruhan. Walaupun banyak orang akan memilih pagar berdasarkan model yang disukai, tetapi ada hal lain yang harus Anda pertimbangkan saat menentukan pagar untuk rumah Anda.

Pertama, perhatikanlah bahan dasar dari pagar yang Anda pilih. Bahan untuk membuat pagar saat ini sudah bermacam-macam. Ada yang terbuat dari kayu, logam, batu, bahkan tanaman. Untuk menentukan jenis bahan apa yang akan digunakan, perhatikan tipe rumah Anda. Ingat, keserasian antara pagar dan tipe rumah akan menimbulkan keindahan tersendiri ketika orang memandangnya.

Kedua, pilihlah berbagai macam desain yang cocok dengan tipe rumah Anda. Kini, banyak tersedia pilihan berbagai desain pagar, mulai dari klasik hingga modern. Salah satu contohnya, jika Anda memiliki tipe rumah yang minimalis, pilihlah pagar yang berdesain garis lurus. Sementara untuk rumah yang bergaya klasik, Anda dapat memilih pagar yang berlekuk agar anda mendapat kesan yang mewah pada rumah anda.

Ketiga, pertimbangkanlah dengan cermat mengenai tinggi rendahnya pagar yang akanAnda gunakan. Biasanya hal ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan disekitar Anda. Carilah informasi apakah lingkungan tersebut aman atau tidak. Sebagai perbandingan, Anda dapat melihat-lihat kondisi pagar dikiri dan kanan rumah Anda. Agar Anda dapat tinggal dengan tenang, tidak ada salahnya membuat pagar yang cukup tinggi.

Keempat, pagar ibarat garda terdepan dari rumah. Jadi, buatlah pagar Anda semenarik mungkin. Salah satu solusinya adalah dengan mengecat pagar Anda dengan warna yang tepat. Sebelum mengecat pagar, pilihlah warna yang sesuai dengan warna rumah Anda. Selain itu, sesuaikan juga dengan tipe rumah dan warna tembok depan secara keseluruhan.

Sekian. Semoga bermanfaat..

wasalam