Puncak Rinduku

hh….
Ilalang yang melambai-lambai
Dibasahi rintik-rintik tangis alam
Butir-butir embun menyejukan angin
Angin-angin itu terhempas memasuki jiwaku…
Anginku…
Kembali tersenyum saat badai hadir…
Mengendap-endap meghapus penantianku
Menjawab doaku kepada Allah
Debu…
Aku slalu menemukannya
Dalam suka dan duka ku
Namun debu akan segera berlalu
Bila tiba dia saat menurunkan kakinya
Berjuta rinduku kutemukan
Hari ini…
Sungguh pengasihnya Allah
Menyatukan rindu di Himalaya
Udara dingin puncak dunia pun tak terasa
Hanya cinta dan syukur yang ada
Aku menitipkan angin dan debuku
Disisi Rabbku
Himalaya, 120908
Mughnifia Putri Sabrina,
SMP-IT Nur Hidayah,
Jl Kahuripan Utara, Sumber, Solo

Iklan

Kamu Memang Racun

Kamu seperti racun
Racun yang
Perlahan-lahan tapi pasti semakin membuatku gila
Kamu seperti racun
Racun yang
Mengalir bersama darahku terpatri di urat nadiku
Kamu seperti racun
Racun yang
Hilang kesadaranku hilangkan akal sehatku
Kamu seperti racun
Racun yang
Membungkam kata ku hingga tak bersua
Kamu seperti racun
Racun yang
Mengeringkan keronkongan ku hingga aku dahaga
Kamu seperti racun
Racun yang
Melumpuhkan tubuhku tak berdaya karnamu
Kamu memang racun dunia…………
sragen, 28 januari 2009