Akhirnya Lidia

usai sudah semuanya

lenyap bersama debukisah yang pernah adakini tinggal kenangan

terhapus sudah………..

semua kisahku dan kamu

jalinan yang pernah terjalin

terhempas bersama angin

melambung tinggi….

hingga angan dan harapan pun jatuh

kedalam lubang hitam yang gelap

bersama dengan datangnya awan kelabu

hujan pun tak berhenti dihatiku

sragen, 10 03 09

Iklan

Puncak Rinduku

hh….
Ilalang yang melambai-lambai
Dibasahi rintik-rintik tangis alam
Butir-butir embun menyejukan angin
Angin-angin itu terhempas memasuki jiwaku…
Anginku…
Kembali tersenyum saat badai hadir…
Mengendap-endap meghapus penantianku
Menjawab doaku kepada Allah
Debu…
Aku slalu menemukannya
Dalam suka dan duka ku
Namun debu akan segera berlalu
Bila tiba dia saat menurunkan kakinya
Berjuta rinduku kutemukan
Hari ini…
Sungguh pengasihnya Allah
Menyatukan rindu di Himalaya
Udara dingin puncak dunia pun tak terasa
Hanya cinta dan syukur yang ada
Aku menitipkan angin dan debuku
Disisi Rabbku
Himalaya, 120908
Mughnifia Putri Sabrina,
SMP-IT Nur Hidayah,
Jl Kahuripan Utara, Sumber, Solo

Kelam atau Jernih?

Selimut indera tak lagi peka
Menilai jiwa dan cakrawala
Tak kuasa…
Selalu terekam dalam asa
Kertas seakan kardus
Banyak seakan rakus
Haus… semakin haus
Kebenaran selalu pupus
Menghunus tajam tanpa arus
Kelam…
Mampu terselam
Jernih…
Berakhir perih
Di mana keadilan
Perasaan jadi taruhan
Gejolak dalam batin
Bukan hanya angin
Helti Nur Aisyah,

Kamu Memang Racun

Kamu seperti racun
Racun yang
Perlahan-lahan tapi pasti semakin membuatku gila
Kamu seperti racun
Racun yang
Mengalir bersama darahku terpatri di urat nadiku
Kamu seperti racun
Racun yang
Hilang kesadaranku hilangkan akal sehatku
Kamu seperti racun
Racun yang
Membungkam kata ku hingga tak bersua
Kamu seperti racun
Racun yang
Mengeringkan keronkongan ku hingga aku dahaga
Kamu seperti racun
Racun yang
Melumpuhkan tubuhku tak berdaya karnamu
Kamu memang racun dunia…………
sragen, 28 januari 2009

Biar …

Biar …

Dalam kedalamannya hati bicara

Tentang gelisah rasa yang tersimpan

Rasanya tak semua itu terungkap

Biar…

Larut semua luka kecewa dalam tangis pelukmu,

Karena diantara semua itu

Masih selalu ada rindu untuk mengharapkanmu, menyayangimu

Dx, 141207

Life story

Life story

Kudapati separuh nafasnya, juga sebagian jiwanya

Kudapati sepotong hati dan kuhiasi pula hidupnya

Tapi…

Tak kudapati raganya

Entah kemana, entah untuk siapa?!

Bukan untukku, seperti yang aku mau

(dx, 161107)

Just a story

Just a story

Aku tersenyum

Dalam perih lara

Ini hidup, sakit dan tawa

Aku mau berjuang

Agustus 2007

Karena aku,

Bukan rumput teki yang mati dengan sekali injak

Tapi aku,

Ilalang yang bertahan disegala musim

280807