GERIMIS BATU

gerimis batu, gerimis ragu meminang tali hujan

gerimis batu meminang kumparan angin

diambang pintu, gerimis berbunyi lembut

merupa kidung rubaiyat sepi yang dilantun perempuan tanjung

(perempuan yang lehernya memberat, punggungnya bungkuk;

mungkin karena kalung tiram dari selat timur yang dipakainya)

gerimis batu, gerimis bersihantam di topang buluh rumbia pondok

gerimis menyimpan diam, diam yang memendam peristiwa

pantai diganasnya musim laut. dan didada perempuan tanjung, diam

telah berhulu pada penungguan yang teramat

sebab gerimis adalah rindu, gerimis adalah cinta yang padu

tapi ini kali, duh, gerimis memberatkan pukat ke lambung laut

“gerimis kupandang, kekasih melayang.

gerimis kupegang, kekasih menghilang.” suara perempuan

tanjung dihela ombak kedasar laut, lalu gemanya disesap

muncung ikan todak, gelembungnya dihisap ubur mabuk.

perempuan ujung tanjung, berdiri di tengah gerimis batu, menunggu

lelaki bercadik meranti menepikan badan asinnya

di ambang pintu, gerimis terus menipu, dengan batu

Kandangpati, 2008

Oleh ESHA TEGAR PUTRA

Sumber kompas,minggu, 23 november 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: