Puncak Rinduku

hh…. Ilalang yang melambai-lambai Dibasahi rintik-rintik tangis alam Butir-butir embun menyejukan angin Angin-angin itu terhempas memasuki jiwaku… Anginku… Kembali tersenyum saat badai hadir… Mengendap-endap meghapus penantianku Menjawab doaku kepada Allah Debu… Aku slalu menemukannya Dalam suka dan duka ku Namun debu akan segera berlalu Bila tiba dia saat menurunkan kakinya Berjuta rinduku kutemukan Hari ini… [...]

Kelam atau Jernih?

Selimut indera tak lagi peka Menilai jiwa dan cakrawala Tak kuasa… Selalu terekam dalam asa Kertas seakan kardus Banyak seakan rakus Haus… semakin haus Kebenaran selalu pupus Menghunus tajam tanpa arus Kelam… Mampu terselam Jernih… Berakhir perih Di mana keadilan Perasaan jadi taruhan Gejolak dalam batin Bukan hanya angin Helti Nur Aisyah,

Biar …

Biar … Dalam kedalamannya hati bicara Tentang gelisah rasa yang tersimpan Rasanya tak semua itu terungkap Biar… Larut semua luka kecewa dalam tangis pelukmu, Karena diantara semua itu Masih selalu ada rindu untuk mengharapkanmu, menyayangimu Dx, 141207

Life story

Life story Kudapati separuh nafasnya, juga sebagian jiwanya Kudapati sepotong hati dan kuhiasi pula hidupnya Tapi… Tak kudapati raganya Entah kemana, entah untuk siapa?! Bukan untukku, seperti yang aku mau (dx, 161107)

Just a story

Just a story Aku tersenyum Dalam perih lara Ini hidup, sakit dan tawa Aku mau berjuang Agustus 2007 Karena aku, Bukan rumput teki yang mati dengan sekali injak Tapi aku, Ilalang yang bertahan disegala musim 280807

2 hati

2 hati Tanpa kutahu Hatiku sudah jatuh, Hanya dengan sedikit iba Pada mata yang mengawasiku Lebih dari siapapun, Pada hati yang memberi tempat terluasnya Graha ciantra blok A 10 no.22 July 2007

EPILOG

EPILOG Semuanya… Sudah, Selesai, Usai Berakhir saat kau melangkah Saat cerita-cerita yang kita buat habis Begitu pula perasaan kita “Aku pergi, tak akan lagi kembali” (Dan semua tak sama lagi) 060606

PROLOG

PROLOG Sedetik…., berlalu Semenit…, lewat Sejam…, selesai Sehari…,berlalu Seminggu…, lewat Sebulan…, selesai Entah…?! Setahun, sewindu atau.. seabad, Semua berakhir Sampai kapan?! Jangan tanyakan lagi, padaku DX, 180206

Palsu

Palsu Sudut-sudut yang kaku menggelisahkanmu Tepi-tepi yang sombong meleburku Ujung-ujung yang ringkih mengibakanmu Ingin sebadanisetiap inchi hampamu yang bisu Tapi kau tak terjangkau, kekosongnmu tak tersentuh Keberadaan pun mungkin palsu Akankah aku bisa merangkulmu

Mendoakanmu

Mendoakanmu Kau tahu, ada yang mendoakanmu, semoga kau baik-baik saja Kau tahu, ada yang mencintaimu, semoga kau baik-baik saja Kau tahu, ada yang merindukanmu, semoga kau baik-baik saja Kau tahu, ada yang menyayangimu, semoga kau baik-baik saja Kau tahu, ada yang menghawatirkanmu, semoga kau baik-baik saja Kau tahu, kau tahu Seperti terasa dihatimu, ada aku [...]

“ SAJAK RINDU “

“ SAJAK RINDU “ Kapan kau datang kerumahku Membawa sebatang palu Buat memecahkan kangen yang membatu Yogyakata, 2003

“ Aku tak Pernah “

“ Aku tak Pernah “ Aku tak pernah mengundangmu untuk masuk ke Dalam jantungku Sungguh tak pernah Tapi bulan penghujung tahun memancar dari matamu Seperti bunga mekar di musim semi Laku kusaksikan kabut talang yang merapat kesisi Kita membekukan lidahku untuk bilang: Aku akan melupakanmu Yogyakarta, 2002

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.