Kelam atau Jernih?

Selimut indera tak lagi peka
Menilai jiwa dan cakrawala
Tak kuasa…
Selalu terekam dalam asa
Kertas seakan kardus
Banyak seakan rakus
Haus… semakin haus
Kebenaran selalu pupus
Menghunus tajam tanpa arus
Kelam…
Mampu terselam
Jernih…
Berakhir perih
Di mana keadilan
Perasaan jadi taruhan
Gejolak dalam batin
Bukan hanya angin
Helti Nur Aisyah,

2 Tanggapan

  1. this’s mine……

    jadi malu aku…..

  2. Dear Admin of this site,
    it would be better,
    jika anda menghapus alamat dari penulis,
    It’s maybe mean nothing to you, but itu dapat digunakan untuk hal-hal yang di luar perkirakan anda

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.